Kamis, 09 Agustus 2012

Hai.. Pria Masa Depanku, Aku Wanitamu :)

Haii Kamu,,, Pria dimasa depanku,,


Aku menulis ini, karena Aku yakin hidup itu terus berjalan,,,
dan nanti sampai pada akhirnya Aku akan menemukan "masa depanku" bersama kamu,,, "Pria masa depanku".

Aku nggak akan menginginkan mu seperti pria yang ada didalam sinetron atau film.
Yang harus romantis dan perfect dimata sang kekasih.
Karena yang Aku mau dari Kamu "Pria masa depanku" adalah ketulusan hatimu,
Dalam mencintaiku,
Dalam menyayangiku,
Dalam mengajariku arti kehidupan,
Dalam membimbingku kelak,
Aku ingin kesepenuhan hatimu,, hanya untuk cinta kita..

Aku adalah wanita yang asing bagimu,
Kamu adalah Pria asing bagiku,
Dan cinta adalah sesuatu yang akan menyatukan keasingan itu kelak,,

Karena itulah, Tuhan menciptakan CINTA agar yang asing, dan yang berbeda dapat disatukan.

Aku untuk Kamu, dan Kamu untuk Aku,
Namun,, kita belum saja dipertemukan, atau kita sudah dipertemukan tapi masih belum saling mengenal dan mengetahui bahwa orang inilah masa depan Kita....

Banyak yang ingin Aku bagi bersama Kamu
Menjalaninya bersama Kamu,,
Tentang Hal-hal yang seru,,
Aku ingin melakukan hal yang baru bersama Kamu,,
Berbagi kehidupan bersama Kamu,
Suka dan Duka,,
Memeluk mu erat,,
Mencium mu
Mengabdi kepadamu
Menyayangimu dengan caraku,,
dan
Setia sampai maut yang memisahkan....

Ku harap.. saat itu nanti Kamu tidak akan menjambak rambutku,, ^_^"

Hey,,, Hey,,,
Kamu masih membaca nya Sayang???





With Love.... ♥
Aku, wanitamu ^_^"





»»  LANJUT...

Rabu, 08 Agustus 2012

Kisah Cinta Seorang Anak..


     Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.


Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.


Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”


“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…


Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.


Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”


Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”



Read more: http://www.resensi.net/kisah-cinta-seorang-anak/2008/05/#ixzz22vFUZdGy
»»  LANJUT...

Arti Kesetiaan


Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran. Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati. ————————————————————————————————– 
 Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. 

Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. 

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. 

 Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari, ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. 

 Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. 

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.” “Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.” Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno. 

Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu. 

 Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. 

Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”. 

 “Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…

Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti, tidak usah kau tangisi hari kemarin.

»»  LANJUT...

Jumat, 06 Juli 2012

Aku Mencintaimu Lelakiku :')

Kamu Hadir...
Disaat Aku Membutuhkan Seseorang,,,,
Disaat Aku meratapi kesedihanku,,

Kamu datang membawa keceriaan kepadaku...
Membuat Aku bisa bangkit dan menganggap di Dunia ini masih ada kebahagiaan buat ku,,
Itu karena Kamu,,,

Aku sebenarnya sangat tidak mengerti apa yang Aku rasakan saat ini,,
Apakah CINTA?
Apakah SAYANG?
Apakah hanya kebahagiaan sesaat?
Atau bahkan ini adalah awal dari kesedihan ku lagi??

Aku juga tidak mengerti,,
Mengapa Kamu begitu cepat masuk ke dalam hatiku..
bahkan masuk sangat jauh ke dalam hatiku,,

Aku tidak bisa melawan takdir Tuhan,,
Kamu juga tidak bisa,, bahkan semua orang pun tidak akan bisa,,,
Mungkinkah Aku dan Kamu ditakdirkan Tuhan untuk bertemu????
Ditakdirkan Tuhan untuk bersama???
Ditakdirkan untuk melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain???
Apakah mungkin???

Kita semua tidak akan tahu tentang rencana Tuhan.....

Sekarang,,,
Yang Aku tahu, dan yang ku sadari adalah,,,
Aku bersama Kamu,,,
menjalin hubungan yang Aku sendiri tidak tahu apakah hubungan ini wajar....
Aku masih bertanya-tanya,,
pantaskah Aku berhubungan bersama Kamu,,,

Namun,,,
Aku meyakini satu hal,,,
Aku Bahagia bersama Kamu,,,
Aku akan menunggu Kamu,,
Disini,,,
Bersama Cinta dan Sayangku,,, ♥♥♥





»»  LANJUT...

Rabu, 04 Juli 2012

Sayangku :)

CINTA....
satu kata yang bisa membuat semua orang menangis,, tertawa,, emosi,, bahkan kematian..

CINTA...
Satu kata yang ingin Aku ucapkan ketika Aku bertemu Kamu..
Ketika Aku memandang dan Menatap Matamu..
Ketika Aku merasakan kehangatan Pelukanmu..
Ketika Aku merasakan Rindu yang teramat..
Ketika Kamu Menyapaku,,
itu CINTA....

Sayangku,,
Aku mungkin banyak memiliki kekurangan,,
Aku manja, Kadang egois, kadang marah-marah, dan kadang menyebalkan,,
Aku wanita yang tidak sempurna,,
Sangat,, sangat tidak sempurna,,

Sayangku,,
Aku tidak pernah memintamu agar mencintaiku,,
karena hanya dengan mencintaimu saja,,,
sudah membuat Aku bahagia..

Sayangku,,
Jika Tuhan menginginkan kita terus bersama,,
Aku akan mengabdi kepadamu,,, 
dengan seluruh jiwaku,,
Namun,,,
Jika Tuhan tidak menginginkan Kita bersama..
Aku akan tetap mencintaimu,,
Dan Aku akan mengikhlaskan Semua nya,,

Sayangku,,
I Will always Love You
»»  LANJUT...